RINDU
BERAT : RINdang
teDUh BERsih Asri
Tanpa sampah.Sebuah program terpadu tentang kebersihan
lingkungan. Utamanya lingkungan sekolah. RINDU BERAT adalah visi,misi sekaligus
parameter keberhasilan.Nama program menggunakan akronim. Akronimnya
bernuansa kemesraan. Yakni RINDU dalam taraf berat. Mengandaikan bahwa program
ini berbeda dengan kerja bhakti pada lazimnya. Program ini dilaksanakan dgn
mengedepabkan cinta yakni perwujudan PROFIL PELAJAR PANCASILA YANG MERDEKA.
FACT
Secara
FAKTUAL program Rindu Berat saya canangkan sebagai upaya untuk membuat dan
mempertahankan lingkungan, terutama sekolah, yang bersih dan nyaman untuk
berlangsungnya proses belajar dan mengajar.Proses belajar dan mengajar adalah
sebuah proses yang sebetulnya mutlak bergantung pada keberadaan situasi
lingkungan. Lingkungan yang bersih, teduh, nyaman disertai asri serta tentu
saja bebas sampah, akan membuat sanubari murid dan guru menjadi teduh juga.
Keluarannya adalah kejernihan pikiran, akal yang sehat dan jiwa yang teduh
dalam artian tidak gampang terpancing emosi. Lagipula, keadaan lingkungan yang
tanpa sampah, tentu sangat berperan bagi kesehatan fisik murid dan guru. Tanpa
onggokan sampah berarti tersedianya lingkungan yang sehat dan menyehatkan.
Kegiatan ini, meski utamanya adalah lingkungan sekolah, prinsip pelaksanaannya
dapat pula diterapkan secara sederhana oleh para murid pada lingkungan tempat
tinggalnya.
FEELING
Feeling
ketika melaksanakan program ini, terus terang, cacaruca berpilin berputar dan
berpendar. Feeling selalu tertancap pada rasa akan beratnya pelaksanaan program
Rindu Berat ini. Membuang sampah pada tempatnya belum menjadi budaya. Apalagi
untuk SMP seperti tempat saya mengajar. SMP sub urban yang kulturnya latah
terhadap gaya hidup kota besar namun berakar pada primordial pedesaan. Yang
terjadi adalah senantiasa kegagapan dalam menghadapi aspek kehidupan yang
semestinya. Murid murid umumnya gemar jajan sebagaimana mereka contoh di banyak
media akan kehidupan kota besar. Namun enggan membuang sampah pada tempatnya.
Alasan klise nya adalah lupa sambil menampakkan raut wajah cengar cengir yang
membuat ill feel alias sakit hati.
Sebagai
guru penggerak, tentu saya tidak akan membiarkan feeling saya tersakiti. Saya
mencoba melakukan case Finding. Berusaha menemukan apa sebetulnya akar
masalahnya. Mengubah budaya sub urban menjadi ketaatan membuang sampah dan
mengkondisikan lingkungan asri nyaris merupakan sebuah kemustahilan. Saya lalu
melakukan finding. Tercetuslah RINDU
BERAT. Sebuah program yang berbeda dengan kerja bhakti. Jika kerja bhakti,
nyaris seperti disiplin militer.Murid diwajibkan dan diharuskan bergerak bersih
bersih. Hal ini SANGAT BAIK. Tetapi tidak cocok untuk sub urban seperti murid
murid SMP saya mengajar. Mereka membutuhkan sesuatu yang lebih melodrama. Yang
asyik bagi kaum muda seusianya. Yang tak jauh dari cinta mencinta meski
sebetulnya itu hanya kiasan. RINDU BERAT adalah hasil finding dimana keadaan
lingkungan yang bersih sehat rapi sebetulnya juga bagian dari Iman. Kebutuhan
dan seperti inilah yang menjadi tiang pelaksanaan program ini. Bukan lagi
diwajibkan dan diharuskan dengan disiplin ketat alla militer, melainkan
mendengang dengungkan secara kekeluargaan, apa urgensi lingkungan yang asri
bagi kehidupan, utamanya kehidupan murid sekolah.
FUTURE
Lalu, bagaimana Future, masa depan atau kelanjutan program ini. Kebutuhan akan lingkungan yang mendukung proses belajar mengajar tentu akan memiliki future yang positif. Keberadaannya tak dapat ditawar. Mungkin yang di kemudian hari akan berubah adalah cara pelaksanaan, dan upaya motivasinya saja. Muara dari semua itu adalah bagaimana menanamkan ASRI NAN MERINDU. Yang akan menjadi tak lekang oleh jaman dan senantiasa up to date untuk segala suasana dan aroma kekinian. Bentuk kegiatannya antara lain memilah sampah plastik atau bekas minuman kemasan dengan sampah lainnya, agar dapat di daur ulang.


.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpg)
.jpg)
.png)
.jpeg)






.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)