A.
Beberapa definisi tentang pembelajaran berdiferensiasi
1. Menurut Tomlinson
(2001: 45), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah
usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan
belajar individu setiap murid.
2.
Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan
masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada
kebutuhan murid.
3.
PB merupakan
proses siklus mencari tahu tentang siswa dan merespons belajarnya berdaarkan perbedaan.
Ketika guru terus belajar tentang keberagaman siswanya, maka pembelajaran yang
profesional, efesien, dan efektif akan terwujud. PB merupakan
penyesuaian terhadap minat, preferensi belajar, kesiapan siswa agar tercapai
peningkatan hasil belajar. PB bukanlah pembelajaran yang diindividualkan.
Namun, lebih cenderung kepada pembelajaran yang mengakomodir kekuatan dan
kebutuhan belajar siswa dengan strategi pembelajaran yang independen. (Dr. Marlina, S.Pd., M.Si)
Mengingat murid-muridnya satu persatu.
Bagaimana karakteristik murid-muridnya?
Bagaimana gaya belajar muridnya? Apa minat
mereka? Apa kekuatan yang mereka miliki? Siapa yang suka menggambar? Siapa yang
suka menulis? Siapa yang suka menyanyi? Siapa yang suka menari? Siapa yang suka
musik? Siapa yang suka berbicara?
C. Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi
Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan yang berorientasi pada kebutuhan murid dimana keputusan yang dibuat terkait dengan :
2. Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan
belajar muridya. Bagaimana ian akan
menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan murid. Misalnya,
apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan
penugasan serta penilaian yang berbeda.
3. Bagaiman mereka menciptakan lingkungan belajar yang
“mengundang” murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan
belajar ynag tinggi. Kemudian jufa memastikan setiap murid dikelasnya tahu
bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka disepanjang prosesnya.
4. Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan
prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas, struktur
yang jelas sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda, kelas
tetap dapat berjalan secara efektif.
5. Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru menggunakan
informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan
untuk dapat menentukan murid yang masih tertinggal atau sebaliknya murid yang
lebih dahulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan.
D. Memetakan kebutuhan murid
Kesiapan belajar murid adalah kapasitas
untuk mempelajarai materi baru. Sebuah tugas yang mempertimbangkan tingkat
kesiapan murid akan membawa murid keluar dari zona nyamannya, namun dengan
lingkungan belajar yang tepat dan dukungan yang memadai, mereka tetap dapat
menguasai materi baru tersebut.
Minat merupakan suatu keadaan mental
yang menghasilkan respon terarah kepada suatu situasi atau obyek tertentu yang
menyenangkan dan memberikan kepuasan diri. Tujuan melakukan pembelajaran yang
berbasis minat diantaranya sebagai berikut :
- Membantu murid menyadari bahwa ada
kecocokan antara sekolah dan kecintaan mereka sendiri untuk belajar.
- Mendemonstrasikan keterhubungan antara
semua pembelajaran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar