3 kalimat ini menjadi sangat
berhubungan satu dengan yang lainnya. Sebagai seorang guru, belajar merupakan
suatu keharusan. Belajar tidak hanya didapat dari guru, dosen, atau orang yang
lebih tua dan berpengalaman. Bahkan belajar pun dapat kita lakukan dengan anak-anak/murid,
alam sekitar serta pemanfaatan teknologi. Perkembangan teknologi yang begitu
pesat menjadikan guru HARUS belajar. Menguasai IT adalah salah satu hal yang
mendukung pekerjaan guru sekarang ini. Di masa pandemi, guru mau tidak mau,
suka tidak suka, bisa tidak bisa, harus menggunakannya. Dari yang sederhana
seperti berkirim SMS, Whatsapp maupun email, sampai pada pemanfaatan google
classroom, microsoft 365 dan lain sebagainya.
Guru gaptek??? Kelaut aja deh.
Ini benar-benar ungkapan yang seharusnya menjadi pemikiran dan pembuka mata
guru yang “masih malas, enggan belajar”. Guru malas akan tergerus dengan
perkembangan, guru malas akan merepotkan rekan guru yang lain, guru malas akan
tertinggal, guru malas akan semakin merasa minder.
Masa pandemi ini juga membuat
belajar menjadi sangat penting dan unik. Memahami IT adalah salah satu materi yang harus dipelajari dimasa
sekarang ini. Adanya kelas jarak jauh atau daring, membuat guru harus
benar-benar memahami IT. Banyak yang dapat dilakukan disini. Membuat kelas
melalui Google Classroom, Zoom, Google meet, dan Webex. Pembelajaran jarak jauh
dengan cara ini membuat guru harus benar-benar memahami dan menguasai
teknologi. Gawai atau Gadget, merupakan salah satu alat yang praktis digunakan
untuk melakukan pembelajaran jarak jauh.
Dengan gawai guru dapat berinteraksi dengan peserta didik dimana saja
dan kapan saja. Terlepas dari kendala sinyal, kuota maupun spesifikasi gawai,
cara ini pun harus dikuasai guru.
Sebelum pendemi, guru pun
sebetulnya dituntut untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi, seperti
menyelesaikan administrasi penilaian, presensi online. Bahkan administrasi
gurupun hampir semua dikerjakan secara online. Membuat power point untuk pembelajaran di kelas
merupakan salah satu hal yang bisa menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan.
Video pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi juga dapat dilakukan sendiri
oleh guru. Lagi-lagi... guru dituntut untuk kreatif. Hal ini tidak bisa
dlakukan manakala kita tidak menguasai teknologi.
Hal paling familier yang biasa
kita lakukan dengan gawai seperti whatsapp pun, meski sudah sangat umum, namun
tetap harus dipelajari secara seksama.Seperti membuat grup baru, pemanfaatan
fitur-fitur yang ada, juga penggunaan tombol-tombol dalam aplikasi tersebut.
Selain itu, menyimpan data, memindahkan data, penggunaan OTG flashdisk harus
pula dipahami manakala ada data yang dikirim melalui WA tersebut. Mengunduh
data, menyimpan dan memindahkan data tersebut untuk dikerjakan dengan
laptop/komputer sampai pada proses pencetakan/print merupakan hal mudah bagi
yang terbiasa melakukan. Bisa karena terbiasa, ini juga ungkapan yang sering
kita dengar. Terbiasa bisa berarti belajar.
Nampaknya, sebagai guru, kita
seyogyanya mengingat kalimat “tidak ada orang bodoh, yang ada hanya orang
malas” seperti yang sering kita sendiri sampaikan kepada peserta didik. Kalimat
tersebut dapat dimaknai, bahwa belajar sepanjang hayat dengan memanfaatkan
waktu sebagai titian ilmu merupakan jalan menjadi guru pembelajar.