Senin, 28 Maret 2022

KONEKSI ANTAR MATERI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DENGAN PSE DAN KSE

 


Dalam apa yang dikenal sebagai Pembelajaran berdiferensiasi, dibutuhkan kemampuan pemahaman berkadar lebih dari seorang guru terhadap profil murid. Dan juga kemampuan memahami tentang bagaimana seorang guru memetakan kemampuan murid sesuai bakat dan minat mereka. Hal ini menjadikan seorang guru “dituntut” untuk dapat lebih mendalam mengenal murid secara emosional.

 


Oleh karena itu, dalam penerapannya, saat berada dalam ranah pembelajaran , guru juga tentunya diharapkan dapat menerapkan kompetensi-kompetensi yang terdapat dalam Pembelajaran Sosial Emosional dengan baik. Hal ini dapat dilihat misalnya jika murid tidak mengerjakan tugas dengan layak, maka guru tidak langsung marah dan menjustifikasi murid tersebut malas atau dengan istilah lain. Namun guru dapat menerapkan kompetensi empati dan mengendalikan diri. Dengan pengenalan profil kemampuan murid, guru dapat menerapkan dengan memupuk sikap empati melalui cara mendengarkan alasan murid tersebut. Sebab mungkin saja murid atau murid tersebut, karena banyak tugas beban rumah tangga orang tuanya, menjadi tidak punya waktu. Atau mungkin si murid kelelahan akibat asupan pangan yang kurang memadahi. Dari alasan-alasan tersebut maka guru juga bisa menerapkan kompetensi pengambilan keputusan secara bertanggung jawab sesuai dengan alasan yang telah di kemukakan murid tersebut.

 


Sikap dan tindakan guru yang sedemikian, juga sejalan dengan konsep Pembelajaran Berdiferensiasi, yakni pembelajaran yang memberi keleluasaan pada murid untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar murid tersebut. Pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya berfokus pada produk pembelajaran, tapi juga fokus pada proses dan konten/materi. Keterkaitan antara konsep Pembelajaran Sosial Emosional dan Pembelajaran Berdiferensiasi terletak pada bagaimana guru memetakan profil belajar murid untuk kemudian melakukan tindakan terukur berdasarkan parameter sosial dan ekonomi.

 

Dengan mengaitkan konsep PSE dan Pembelajaran Berdiferensiasi maka guru lebih bijak dan bijaksana dalam mengelola murid dan kelas sehingga akan tercipta hubungan yang lebih harmonis. Diharapkan murid juga akan senang dalam belajar karena mempunyai guru yang bijaksana. Keputusan yang bijak akan membuat anak nyaman karena merasa diberikan konsekuensi yang seimbang dan tidak berlebihan. Akan sangat gawat dan serius dampak kejiwaannya, jika seorang guru tidak mempunyai profil murid dan tidak memahami murid.Si Guru pasti akan lebih mengedepankan emosi diri daripada menerapkan rasa empati kepada murid.

 


Keterkaitan atau konjungtifitas diferensiasi dan sosial emosional akan makin nampak ketika semuanya diterapkan dalam sesi belajar mengajar. Mengenai Pembelajaran Sosial dan Emosional sebenarnya sudah melekat pada setiap kegiatan aktifitas belajar mengajar dan kehidupan sosial disekolah, Penerapannya lebih susah terjadi pada saat kegiatan pemberian materi oleh guru didalam kelas. Sebab, sebetulnya, tanpa disadari, sudah banyak yang telah dilakukan seorang guru untuk menerapkan kompetensi ini. Guru haruslah menyadari dan konsisten untuk menerapkan Kompetensi Sosial Emosional (KSE) sebagai bagian dari proses pembelajaran. Agar seluruh proses kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat dimaknai dalam keadaan berkesadaran penuh (mindfulness), sehingga apa yang terjadi didalam kelas dapat disadari dan dimaknai sebagai bagian untuk mengontrol sikap sosial dan emosional setiap individu baik guru maupun murid. Kontrol sikap dan emosional sangat berperan penting dalam keberhasilan learning process. Maka oleh itu, sejak penyusunan RPP, kompetensi sosial emosional dan mindfullnes sudah seharusnya termaktub sebagai bagian yang integral.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ASRI NAN MERINDU

  RINDU BERAT : RINdang teDUh BERsih Asri Tanpa sampah.Sebuah program terpadu tentang kebersihan lingkungan. Utamanya lingkungan sekolah. RI...